Tamu memandang kolam teratai dari dalam pavilyun kayu

TentangAbout

Bentuk kampungnya lebih dulu ada, kamarnya menyesuaikanThe village came first, the rooms followed

CeritaOur story

Bangunan panggung di atas balong, beratap ijuk, dengan teras ngapung.Stilt houses over the fish ponds, thatched in palm fibre, with terraces hanging over the water.

Kampung Sumber Alam menata bangunannya mengikuti bentuk Kampung Cipanas tempo dulu. Rumah panggung berdiri di atas kolam ikan, atapnya ijuk, terasnya menggantung di atas air, dan jalan setapaknya batu. Susunan itu yang dipilih lebih dulu, dan kamar tamu menyesuaikan bentuknya.Kampung Sumber Alam lays out its buildings after the shape of the old Cipanas village. Stilt houses stand over the fish ponds, roofed in palm fibre, their terraces hanging over the water, the paths laid in stone. That arrangement came first, and the guest rooms were fitted into it.

Mata air panasnya sendiri sudah mengalir jauh sebelum ada resort di sini. Air itu turun dari kawasan vulkanik Gunung Guntur, dan sampai sekarang dia yang menentukan bentuk hampir semua yang ditawarkan di sini, dari bak rendam di kamar sampai kolam batu di halaman.The springs themselves ran here long before any resort did. The water comes down off the volcanic ground of Mount Guntur, and it still decides the shape of nearly everything on offer, from the tub in the room to the stone pool in the yard.

Resort ini menyebut dirinya Sundanese Thermal Sanctuary Village. Yang dimaksud bukan tempat yang terpencil, melainkan tempat yang enak ditinggali bersama orang lain: Kacapi Suling main langsung, Tunjung Balebat menghadap kolam, dan Pitaloka Spa buka di dalam area yang sama.The resort calls itself a Sundanese Thermal Sanctuary Village. What it means by sanctuary is not seclusion but somewhere comfortable to be among other people: Kacapi Suling played live, Tunjung Balebat facing the pond, and Pitaloka Spa open on the same grounds.

Tamu duduk di tepi kolam teratai yang rimbun

Yang dipegangWhat guides us

Tiga kata yang dipakai resort ini untuk mengukur dirinya sendiri.Three words the resort measures itself against.

Rest
Berhenti dulu dari yang biasa dikejar tiap hari.A pause from whatever the week has been demanding.
Recover
Air panas alami dan pelayanan yang tidak dibuat-buat mengembalikan badan.Natural hot water and unforced service to bring the body back.
Rejuvenate
Pulang dengan tenaga dan kepala yang lebih terang.Leaving with energy back and a clearer head.

Cara melayaniHow we host

Keramahan Sunda diukur dari ketulusan, bukan dari seragam dan naskah sambutan.Sundanese hospitality is measured by sincerity, not by uniforms and a welcome script.

Sopan santun dalam budaya Sunda berangkat dari rendah hati dan perhatian pada orang lain. Itu yang dipakai sebagai patokan melayani tamu di sini, dan itu juga yang paling sering disebut tamu di ulasan mereka.Courtesy in Sundanese culture starts from humility and attention to other people. That is the benchmark for looking after guests here, and it is what guests bring up most often in their reviews.

Di Tripadvisor nilainya 4 dari 5 sepanjang 1.211 ulasan. Peringkat 2 dari 15 hotel di Garut.On Tripadvisor it holds 4 out of 5 across 1.211 reviews. Ranked 2nd of 15 hotels in Garut.

Ke depanLooking ahead

Yang ditambah boleh banyak, yang dijaga tetap tiga.Plenty may be added, but three things stay protected.

Arah yang dituju resort ini adalah jadi tujuan wisata air panas bergaya Sunda yang paling dikenal di Indonesia. Sambil menambah fasilitas, tiga hal tidak diutak-atik: sumber air panasnya, bentuk kampung Sundanya, dan cara menyambut tamunya.The direction is to become the best known Sundanese thermal destination in Indonesia. While facilities get added, three things are left alone: the springs, the Sundanese village form, and the way guests are welcomed.

Pemain Kacapi Suling berpakaian Sunda tampil di Kampung Sumber Alam
Cek kamar dan tanggalCheck rooms and dates WhatsApp